Ada seorang
pengemis yang selalu mangkal diperapatan jalan… dimenggunakan tangannya untuk
meminta sepeser dua peser. Ada seorang kakek datang kepadanya memberikan sebuah
mangkuk yang terbuat dari logam namun sudah tua, kumel dan agak berat… si
pengemis ini berpikir ia meminta uang tapi dikasih mangkuk berat… tapi ya baik
juga untuk orang menaruh uang disini mungin lebih banyak akan menaruh uang
disini. Namun tidak juga ada orang yang memberikannya sehingga akhirnya si
pengemis ini mati kelaparan. Dia meninggal dengan posisi tangan kiri memegang
perut dan tangan kanannya memegang erat sebuah mangkok tua.
Kerumunan orang yang melihat suasana itu makin banyak ....
Dari antara kerumunan itu ...., sesesorang mengamati mangkok yang di pegang pengemis itu.
Diketuk-ketuknya mangkuk itu .., ditimbang2 juga dengan tangannya.
Lalu dia gosok-gosokkan mangkuk tersebut di lantai ...
Wajahnya berubah, ketika melihat kilatan warna asli mangkok tersebut.
Dan dia berkata..., ” Ini emas murni..........!!!
Kerumunan orang di sekitarnya serentak menoleh kepadanya, dan ada beberapa yang bertanya dan berkomentar
“ Apa benar itu emas murni ...?
“ Apa mungkin pengemis seperti dia mempunyai emas sebesar itu ..??
“ Bapak-bapak.., saya karyawan salah satu toko emas di pertokoan ini ....
Menguji Emas adalah pekerjaan saya..
“ Saya tidak tau siapa dia dan bagaimana dia mendapatkan mangkok emas ini. Yang saya tau mangkok ini terbuat dari emas murni "
Bagai gemuruh ramai orang berkomentar .....
“ Sungguh menyedihkan .., padahal dengan emas di tangannya .. Seharusnya dia tidak mati kelaparan dan tidak harus jadi pengemis "
“ Dasar bodoh, seharusnya dengan emas sebesar itu .... Dia bisa punya tempat tinggal dan bekerja yang layak "
“ Memang sudah nasibnya .., walau punya emas tapi tidak pernah merasa.
“ Takdirnya jelek banget ...”
Komenter terus bermunculan ..., menyayangkan nasib si pengemis itu.
Kerumunan orang yang melihat suasana itu makin banyak ....
Dari antara kerumunan itu ...., sesesorang mengamati mangkok yang di pegang pengemis itu.
Diketuk-ketuknya mangkuk itu .., ditimbang2 juga dengan tangannya.
Lalu dia gosok-gosokkan mangkuk tersebut di lantai ...
Wajahnya berubah, ketika melihat kilatan warna asli mangkok tersebut.
Dan dia berkata..., ” Ini emas murni..........!!!
Kerumunan orang di sekitarnya serentak menoleh kepadanya, dan ada beberapa yang bertanya dan berkomentar
“ Apa benar itu emas murni ...?
“ Apa mungkin pengemis seperti dia mempunyai emas sebesar itu ..??
“ Bapak-bapak.., saya karyawan salah satu toko emas di pertokoan ini ....
Menguji Emas adalah pekerjaan saya..
“ Saya tidak tau siapa dia dan bagaimana dia mendapatkan mangkok emas ini. Yang saya tau mangkok ini terbuat dari emas murni "
Bagai gemuruh ramai orang berkomentar .....
“ Sungguh menyedihkan .., padahal dengan emas di tangannya .. Seharusnya dia tidak mati kelaparan dan tidak harus jadi pengemis "
“ Dasar bodoh, seharusnya dengan emas sebesar itu .... Dia bisa punya tempat tinggal dan bekerja yang layak "
“ Memang sudah nasibnya .., walau punya emas tapi tidak pernah merasa.
“ Takdirnya jelek banget ...”
Komenter terus bermunculan ..., menyayangkan nasib si pengemis itu.
Ada begitu banyak orang terkejut, kaget ketika mengetahui bahwa mangkok itu terbuat dari emas…. Namun yang memegang emas itu yaitu pengemis tidak tahu, tidak menyadari bahwa itu emas karena emas itu terbungkus oleh begitu banyak kotoran, sudah kumel… seandainya pengemis itu tahu maka ia akan menggunakan emas itu untuk kelangsungan hidupnya. Ternyata dibalik kekumelan, dibalik kotoran itu ternyata ada emas…
Dalam
kehidupan ini sering kita pun mungkin seperti pengemis itu merasakan diri kita lemah,
tidak berdaya…. Menganggap diri tidak bisa apa-apa, tidak berguna terlebih lagi
orang lain mengolok-olok kita karena kelemahan kita akhirnya kita minder, kita
menutup diri dan tidak melakukan apa-apa. padahal sebenarnya dibalik kelemahan
kita ada emas yaitu kekuatan dan kemampuan yang akan Allah berikan kepada kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar