Kamis, 28 Agustus 2014

KASIH DALAM TINDAKAN NYATA



Ada sebuah cerita yang ditulis oleh dr. Yang Jwing-Ming. Seorang perempuan, Li-Li, menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertuanya. Li-Li sering berlawanan dalam berbagai hal dengan ibu mertuanya. Mereka memiliki dua kepribadian yang berbeda.

Hari dan minggu berlalu. Li-Li dan ibu mertuanya selalu bertengkar. Yang membuat situasi semakin sulit adalah, bahwa dalam tradisi Cina, Li-Li harus tnduk kepada ibu mertuanya. Akhirnya, Li-Li tidak tahan lagi. Dia harus melakukan sesuatu untuk menyelesaikan masalah ini.

Li-Li pergi ke seorang teman baik dari ayahnya, Bapak Huang, yang menjual ramuan tradisional. Dia bercerita mengenai situasinya dan meminta ramuan racun, supaya dia bisa memecahkan masalahnya.
Tuan Huang berkata, “Li-Li, saya akan membantumu, tetapi kamu harus mendengar apa kata saya dan melakukan apa yang saya bilang.” Tuan Huang pergi ke kamar belakang dan kembali dengan sebuah paket berisi ramuan. Dia berkata kepada Li-Li, “Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bekerja dengan cepat, karena nanti orang akan curiga. Karena itu saya memberikan beberapa ramuan racun yang bekerja dengan lambat untuk ibu mertuamu. Kamu harus memasak makanan daging babi dan ayam yang enak, lalu memasukkan sedikit dari ramuan ini. Untuk menghilangkan kecurigaan kalau dia meninggal, kamu harus berhati-hati dalam tindakanmu. Kamu harus baik terhadap ibu mertuamu, jangan bertengkar lagi, dengarkan keinginannya, dan perlakukan dia seperti ratu.”

Minggu dan bulan berlalu. Lu-Li melakukan persis apa yang Tuan Huang katakan. Dia mempersiapkan makanan enak dan memperlakukan ibu mertuanya seperti ratu. Setelah 6 bulan segalanya berubah. Li-Li memperlakukan ibu mertuanya dengan hormat dan juga humor. Ibu mertuanya menceritakan bahwa Li-Li adalah menantu terbaik kepada teman-teman dan anggota keluarga lain. Li-Li dan ibu mertua sekarang bisa hidup berdampingan dengan baik.

Pada suatu hari, Li-Li kembali minta tolong ke dr Huang. Dia berkata, “Dr. Huang, bisakah anda memberi anti-racun supaya ibu mertua saya tidak meninggal. Dia telah berubah menjadi perempuan yang menyenangkan, dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak mau dia meninggal dunia karena racun yang saya berikan kepadanya.”

Dr. Huang tersenyum dan berkata, “Li-Li, jangan khawtair. Saya tidak pernah memberikan racun kepadamu. Saya memberi ramuan untuk kesehatan ibu mertuamu. Satu-satunya racun ada di dalam jiwamu dan perlakuanmu terhadapnya, tapi itu telah dihapus melalui kasih yang engkau berikan kepadanya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar