Minggu, 21 September 2014

PENGAMPUNAN




Sidang jemaat yang dikasihi Tuhan,
Kita pasti mengetahui seorang tokoh dari Afrika Selatan yang bernama Nelson Mandela. Seorang tokok yang menentang Apartheid yaitu suatu kebijakan politik yang menindas hak-hak asasi warga kulit hitam yang jumlahnya mayoritas itu. warga kulit putih bisa seenaknya menganiaya, menyiksa bahkan membunuh warga kulit hitam. Namun Mandela giat memperjuangkan persamaan hak bagi warga kulit hitam. Akibatnya, beliau kerap dijebloskan dalam penjara selama ± 27th! Bahkan ketika dipenjara ia diperlakukan tidak manusiawi.

Akan tetapi Th 94 angin politik berubah. PBB berhasil menekan pemerintah kulit putih di Afrika Selatan untuk menegakkan HAM dan memulihkan hak-hak warga kulit hitam. Mandelapun akhirnya bebas, dan segera didaulat oleh rakyat sebagai pemimpin politik mereka. Situasi politik Afrika Selatan saat itu memanas, warga kulit hitam yang puluhan tahun ditindas dengan kejam itu sudah siap melampiaskan balas dendam terhadap warga kulit putih, bahkan aksi penjarahan sudah mulai terjadi. Namun apa yang dilakukan Mandela?

Sebelum ada permintaan maaf dari kelompok kulit putih sudah mengampuni mereka, bahkan Mandela justru berinisiatif mengajak Presiden yang pernah memenjarakannya selama 27th itu untuk bersama meredakan situasi bangsa yang di ambang kerusuhan. Di depan rakyat, Mandela menyatakan bahwa ia mengampuni orang yang memenjarakannya selama 27th itu, dan kepada rakyat kulit hitam ia menyerukan untuk mengampuni seluruh warga kulit putih yang menindas mereka di masa lalu.
Tentu ini bukan hal yang mudah, banyak yang menolak bahkan jadi membenci Mandela karena mengampuni warga kulit putih, namun akhirnya Mandela berhasil meyakinkan rakyat kulit hitam untuk mengawali era kebebasan mereka bukan dengan aksi balas dendam, melainkan dengan pengampunan. Pesan yang diserukan Mandela kepada rakyat kulit hitam, dan juga kepada dunia, adalah bahwa pengampunan itu jauh lebih luhur dan lebih kuat dari kebencian dan balas dendam.

Afrika Selatan menjadi bangsa yang maju, warga kulit hitam dan putih hidup rukun dan damai. Ternyata dampak dari pengampunan itu besar kekuatannya, dahsyat  dan memberikan dampak positifnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar