Minggu, 21 September 2014

Bahan Kotbah: Yunus 3:10-4:11



Kalau kita suka burung, biasanya yang kita pelihara burung-burung yang bagus-bagus, yang suaranya berkicau dengan indah dan merdu. Bahkan tidak sedikit uang yang kita keluarkan untuk biaya perawatannya. Pakannya dan juga kandangnya harus bagus. Tapi jarang sekali kita membuat sangkar burung yang bagus untuk burung merpati. Padahal burung merpati sering sekali menjadi suatu perlambangan tentang suatu kehidupan yang harmonis. Karena bisanya burung merpati menjadi lambang :
1. Cinta Kasih dan kesetian. Biasanya kalau menikah entah itu undangan ada gambar merpatinya ataupun pada kartu valentin. karena burung merpati adalah burung yang selalu setia dan tidak pernah ingkar janji terhadap pasangannya.
2. Simbol Perdamaian. Ada banyak kegiatan sosial di mana orang melepaskan burung merpati sebagai perdamaian.
3. burung merpati tidak egois, ia peduli dengan pasangan dia mau bekerja sama dengan psangannya. Kalau mereka membuat sangkat sang jantan dan betina silih berganti membawa ranting. Apabila sang betinga mengerami si jantan berjaga diluar kandang danapabila si betina kelelahan si jantan gantian mengerami.
4. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan kepahitan sehingga tidak pernah menyimpan dendam.
Sidang jemaat yang dikashi, melalui burung merpati ini kita dapat belajar bahwa Allah menghendaki agar umatnya untuk hidup dengan memiliki cinta kasih, hidup damai dengan sesama, tidak egois,dan tidak memiliki kebencian dengan sesama.
Namun ternyata dalam kehidupan kesaharian sering sekali kita belum dapat melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Bahkan Yunus sebagai Nabi Allah yang namanya berarti MERPATI suatu nama yang tentunya diberikan orang tuanya kepadanya dengan harapan agar hidupnya seperti apa yang menjadi simbol merpati itu namun ternyata karekternya jauh dari apa yang diharapkan. Hal itu dapat kita pelajari dari penugasan yang Allah berikan kepadanya untuk pergi keniniwe untuk menyampaikan pesan Allah, menyampaikan murka Allah atas kejahatan yang dilakukan oleh bangsa Niniwe. Ketika diberi tugas itu Yunus melarikan diri ke Tarsis. Dia menolak tugas dari Allah itu. Karena Niniwe bangsa penjajah Israel, Bangsa yang kejam dan tidak layak untuk mendapat belaskasih dari Tuhan tapi bangsa yang layak untuk mendapat hukuman. Namun dalam pelariannya ada badai yang besar melanda kapal yang ditumpangi oleh Yunus. Badai yang hanya bisa berhenti kalau Yunus dilempat kelaut. Akhirnya yunus dilempar kelaut dan badai berhenti dan ia dimakan ikan besar dan dibentuk oleh Tuhan dalam dalam perut ikan itu selama 3 hari 3 malam.
Setela itu Yunus akhirnya dimuntahkan oleh ikan besar itu dan ia sampai di Niniwe. Dan ia menyampaikan pesan Tuhan bahwa 40 hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikan. Dan tentunya ini suatu hal yang sangat menyenangkan bagi Yunus. Namun apa yang terjadi ternyata orang niniwe baik raja dan rakyatnya bahkan hewan bertobat. Baru itu terjadi pertobatan yang spektakuler. Sehinga membuat Allah akhirnya menunjukan belaskasih kepada mereka. Allah mengampuni mereka sehingga keadaan niniwe tidak seperti apa yang dikatakan oleh Yunus. Dan karena hal inilah membuat Yunus kesal dan marah kepada Allah. karena Allah bertindak tidak seperti apa yang diinginkan oleh Yunus dan Yunus merasa gagal dalam tugas sebagai nabi karena apa yang dikatakannya tidak terlaksana.
Sidang jemaat yang dikasihi oleh Tuhan, kita sebagai OP kepada Tuhan kita pun sering sekali masih bertindak sama seperti yang dilakukan oleh Yunus. Kita marah kepada Tuhan kalau keinginan kita tidak terpenuhi, kita menyalahkan Tuhan karena usaha kita gagal padahal kita sudah dekat dengan Tuhan.
Numun Tuhan berkata kepada kita:”Layakkah kita marah” artinya Allah tidak menghendaki kita berbuat seperti itu. Allah sangat mengasihi umatNya. dan Allah mempunyai rencana yang Indah bagi kehidupan umatNya.
Sidang jemaat yang dikasihi oleh Tuhan, oleh karena itu pada saat ini melalui kebenaran FT kita diajarkan agar hidup sesuai dengan kehendaknya :
1. JANGAN BERSIKAP EGOSENTRIS.              MAU MENANG SENDIRI.
Memperlihatkan gambar.
GAMBAR DAN WAJAH SIAPAKAH INI? PEREMPUAN MUDA ATAU PEREMPUAN TUA ?

Ternyata ketika kita melihat sebuah gambar ini masing-masing mempunyai sudut padang yang berbeda,.. yang satu mengatakan perempuan muda yang lain mengatakan perempuan tua. keduanya pendapat tidak salah karena ini adalah SEBUAH GAMBAR TAPI MEMILIKI 2 SUDUT PANDANG YANG BERBEDA.
Demikian juga dalam kehidupan kita ini baik dalam kumpulan keluarga atau dalam sosial masyarakat, kita memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Perbedaan latarbelakang budaya, kepribadian, pendapat, dsb. Mari kita saling menghargai satu dengan yang lainnya dan jangan mementingkan diri sendiri Seperti FT katakan dalam Filipi 2:4 ..  dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Artinya jangan kita hanya memperhatikan keinginan kita sendiri, pendapat kita sendiri, keadaan kita sendiri. yang penting saya nyaman gak peduli dengan orang lain. Jangan kita seperti Yunus yang tidak perduli dengan keselamatan bangsa lain. Dan berpikir bahwa hanya bangsanya saja yang diselamatkan
Namun dalam kehidupan kita sehari-hari sering terjadi baik dirumah, lingkungan masyarakat,bahkan gereja sekalipun, kita sering sama seperti Yunus dengan mengedapankan keegoisan kita,..pokoknya pendapat saya yang harus didengar dan diperhatikan dan harus dijalankan kalau tidak saya marah, kesal dan saya mau kabur dari rumah, kabur dari gereja. Sama seperti yunus yang kabur dari panggilan Tuhan.
Sidang jemaat yang dikashi Tuhan,
Jika kita mengedapan ego kita, maka yang terjadi perpecahan, perpisahan. Itulah yang terjadi dengan Paulus dan Barnabas. Barnabas ingin membawa Markus, tapi Paulus menolaknya sehingga mereka berdebat begitu tajam sehingga akhirnya mereka berpisah.
Oleh karena itu mari kita merendahkan diri kita satu sama lain mari kita tanggalkan ego kita mari kita sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau keuuntungan diri kita sendiri.

2. MENYERAHKAN AKTIFITAS KEGIATAN KITA KEDALAM RENCANA DAN KEHENDAKNYA.
YUNUS Merasa gagal dalam tugas dan juga merasa Bahwa reputasinya sebagai nabi telah jatuh karena nubuat yang telah disampaikannya tentang penghukuman bagi orang-orang Niniwe itu tidak lagi terjadi, karena Allah telah membatalkan hukumanNya karena pertobatan orang-orang Niniwe.
Hal ini membuat yunus marah dan kesal dalam tugas panggilannya sebagai nabi sehingga ia mengatakan “….lebih baik aku mati daripada hidup”. Atau dalam bahasa lain mungkin dapat dikatakan“Mau ditaruh kemana lagi wajahku sebagai nabi yang nubuatnya tidak terjadi?, bukankah lebih baik aku mati daripada menanggung malu seumur hidup?”.
Padahal kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh Yunus, ia sangat sukses karena membuat orang niniwe bertobat dan itulah yang Allah kehendaki. Namun ternyata Yunus merasa gagal karena Yunus dalam melakukan tugasnya berdasarkan keinginanannya, dan tidak berdasarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi kehidupannya sehingga ia menjadi putus asa.
Sidang jemaat yang dikashi oleh Tuhan. Itulah yang akan terjadi kalau kita tidak menyerahkan aktifitas kita, tidak menyerahkan pergumulan kita kedalam rencana dan kehendak Tuhan. Kita menjadi mudah putus asa, mudah kecewa merasakan kegagalan dalam hidup dan akhirnya kita marah dan menyalahkan Tuhan.
Baru-baru ini ada nenek-nenek usia 65 tahun di Thailand mengalami persoalan dan dia stress bahkan depresi. Seakan-akan tidak ada jalan keluar lagi. dan satu-satunya jalan keluar adalah masuk ke sarang buaya. Dan akhirnya ia lompat dan masuk sarang buaya.. akhirnya selesai masalahnya dan selesai juga dengan hidupnya. Hati-hati yang punya nenek jangan buat nenek kita stres…

Mungkin juga dalam kehidupan kita, sudah rajin kegerja, rajin melayani, ikut vokal grup kok gagal juga mendapatkan cintanya. Sudah rajin melayani, sudah hidup saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan kok makin bertambah masalah.!

Itu artinya Tuhan sangat sayang sama kita, sangat mengasihi kita Tuhan hendak membentuk kita menjadi murid Tuhan yang berkualitas. Murid Tuhan yang mampu bertahan dalam setiap pergumulan sehingga berhak mendapatkan Janji daripada Allah.
Kej. 13:17-18 Ketika bangsa Israel Tuhan tuntun keluar dari Mesir, lewat mana.. padang gurun menuju ke Laut.
a.     Lewat padang gurun. Panas, gersang
Tujuannya Tuhan ingin membentuk bangsa Israel, melatih mereka menjadi bangsa yang kuat.agar dapat masuk kenergri yang Tuhan janjikan
Demikian juga dalam kehidupan kita. persoalan semakin banyak. Artinya TUhan ingin melatih kita, membentuk kita menjadi OP yang kuat dan berkualitas dan mampu bertahan dalam setiap keadaan sampai akhir.

b.    Menuju ke Laut. Artinya tempat yang tersudut.,. menurut kacamata manusia sudah tidak ada jalan keluar lagi. tapi tidak menurut kacamata Allah. Allah menunjukan kuasanya dengan membelah laut dan memberikan jalan kepada bangsa Israel. Tapi bagi orang yang tidak percaya kepada Allah, orang mesir itu, jalan itu tertutup.

Keetika dalam pergumulan hidup kita seolah-olah tidak ada jalan keluar,, ketika merasakan kegagalan, jangan seperti nenek2x itu yang masuk ke sarang buaya. Tapi serahkan kedalam tangan Tuhan dan tunggu waktu Tuhan untuk menunjukan kuasanya yang membuat kita terkagum-kagum dibuatnya. Ia pasti akan membuka jalan keluar dari setiap persoalan hidup kita. karena Rencan Tuhan, kehendak Tuhan adalah yang terbaik bagi kita.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar